Selasa, 05 Februari 2019

Awas! Kerokan Bisa Memperparah Kondisi Kesehatan Seseorang


Banyak orang yang masih memercayai dan menggunakan kerokan sebagai cara untuk menyembuhkan masuk angin. Namun masuk angin yang sesungguhnya merupakan gejala dari serangan jantung disebut Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Ade Median Ambari, justru dapat diperparah jika dilakukan kerokan.

"Ini sebenarnya merupakan gejala pompa jantung yang terganggu," kata Ade dalam diskusi media bersama AstraZeneca, Jakarta.

Dia menambahkan, gejala itu diawali dengan nyeri di ulu hati, badan terasa pegal, mual, dan muntah.

"Itu lah yang dikira masuk angin," tambah Ade.

Terhambatnya kinerja jantung disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat. Hal ini dapat memberi sensasi nyeri di bagian dada, pegal, sensasi kesemutan di lengan atas sampai tercekik.

Jika dibiarkan, kata dia, akan terjadi kondisi Sindrom Koroner Akut (SKA) di mana jantung kehilangan kemampuannya untuk bekerja. SKA adalah peristiwa terjadinya kematian otot jantung.

"Semakin luas otot yang mati, maka semakin besar kemungkinan pasien meninggal dunia," tutur Ade.

Kondisi ini harus diatasi dengan tindakan medis. Kerokan justru memperburuk keadaan, terutama untuk pasien yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah.

Sebab, kerokan pada dasarnya hanya melukai pembuluh darah sehingga terlihat merah dari permukaan kulit. Pecahnya pembuluh darah dapat memperbesar risiko kematian.

Masuk angin yang berlangsung lebih dari 20 menit patut dicurigai. Terutama ketika sakit terasa semakin hebat, disertai dengan keringat dingin, mual hingga muntah.

"Dalam penyakit jantung, time is muscle. Masa emas atau golden period hanya 12 jam. Jika lewat dari itu akan semakin jelek prognosisnya bahkan bisa gagal jantung," tandasnya.

0 komentar:

Posting Komentar