Kamis, 23 Mei 2019

Bahan-Bahan Tradisional untuk Mengatasi Batuk pada Bayi


Indonesia memang dikenal dengan bahan alaminya, seperti rempah-rempah dengan khasiat yang melimpah. Beberapa bahan tradisional, seperti rempah atau bumbu memasak ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi batuk pada bayi. Hanya saja, kita harus tahu bagaimana cara membuatnya agar bisa berfungsi secara maksimal. 

1. Berbagai Bahan Minyak
Terdapat berbagai jenis minyak tradisional yang bisa kita gunakan, seperti minyak peppermint, minyak rosemary, dan minyak kayu putih. Minyak ini dipercaya mampu meredakan batuk pada balita karena rasa segar yang diberikannya pada tenggorokan sehingga dapat mengencerkan dahak penyebab batuk.

Cara menggunakannya sangatlah mudah, yaitu dengan mengoleskan salah satu jenis minyak tersebut pada dada bayi. Cukup oleskan sedikit saja, tidak perlu banyak-banyak agar bayi tidak kepanasan. Namun, ingat bahwa cara ini hanya bisa dilakukan pada bayi berusia 5 bulan keatas dan bukan untuk dikonsumsi. 

2. Jahe
Jahe merupakan salah satu bahan tradisional yang memiliki berjuta khasiat. Salah satunya adalah untuk meredakan batuk pilek pada bayi. Kandungan antivirus dan aromanya yang cukup kuat bisa mengencerkan dahak atau mengatasi infeksi tenggorokan. Terlebih jika Anda mencampurkannya dengan madu.

Cara pembuatannya adalah menyiapkan satu ruas jahe, bersihkan dan cuci kemudian bakar hingga keluar aroma khas jahe. Setelah itu, geprek jahe bakar kemudian rebus dengan 200ml air sampai mendidih. Anda bisa menambahkan madu atau gula merah agar rasanya menjadi lebih nikmat dan sikecil mau mencobanya. 

3. Bawang Putih dan Bawang Merah
Kedua bahan ini ternyata tidak hanya bermanfaat ketika di dapur, tapi juga bisa digunakan untuk mengatasi batuk pada bayi. Kandungan anti bakteri yang ada pada bawang putih dan kandungan phytoochemical yang ada pada bawang merah sangat ampuh dalam meringankan batuk pada bayi. Cara pemakaiannya pun sangat mudah.

Sebenarnya, bawang putih dan bawang merah ini bisa dikonsumsi secara mentah, tapi untuk usia bayi tidak dianjurkan. Oleh karena itu, Anda bisa membuatnya sebagai jus atau menghaluskannyaa agar lebih mudah dikonsumsi. Cara ini hanya bisa dilakukan pada bayi berusia 1 tahun keatas. Tapi, Anda juga bisa mengoleskannya pada dada.

4. Susu Campur Kunyit
Memberikan kunyit pada anak mungkin akan sulit sehingga Anda bisa mencampurnya dengan susu. Campuran keduanya mampu mengobati hidung meler, tenggorokan kering hingga sakit tenggorokan yang sering terjadi pada bayi. Selain itu, kandungan anti septik di dalam kunyit mampu membantu mengobati infeksi virus. 

Cara pembuatannya pun sangat mudah dan bisa dilakukan dalam sehari-hari. Pertama, siapkan segelas susu hangat yang biasa diminum bayi kemudian tambahkan 1/2 sdt bubuk kunyit lalu aduk hingga merata. Anda bisa memberikan ramuan susu ini setiap malam sebelum bayi tidur agar manfaatnya bisa segera dirasakan keesokan harinya. 

Demikian beberapa bahan tradisional yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi batuk pada bayi agar mereda. Untuk informasi menarik dan bermanfaat lainnya, Anda bisa mengunjungi Orami Magazine di orami.co.id. 

Senin, 13 Mei 2019

Apa Saja Sih Zat yang Dibutuhkan untuk Ibu Hamil?


Sudah bukan rahasia lagi kalau ibu hamil membutuhkan zat gizi yang lebih banyak dibandingkan orang lainnya. Kebutuhan ibu untuk mempersiapkan kandungan yang aman dan kuat ditambah kebutuhan janin untuk berkembang menjadikan kadar zat gizi yang dibutuhkan semakin bertambah. Karena itu kini banyak suplemen ibu hamil ataupun susu ibu hamil yang bisa dikonsumsi sehari-hari untuk melengkapi nutrisi yang dibutuhkan. Selain mulai mengkonsumsi setelah masa kehamilan, calon ibu bahkan bisa mulai mengkonsumsi suplemen ataupun susu dari mulai menikah.

Apa saja sebetulnya zat gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil dan apa gunanya untuk tubuh ibu serta janin? Berikut ini adalah rincian zat gizi yang sebaiknya dikonsumsi secara cukup bagi ibu mengandung:

  1. Zat besi, zat besi sangat penting untuk proses pembentukan sel darah. Sel darah ini digunakan baik untuk membuat rahim menjadi tebal dan nyaman untuk tempat janin serta untuk janin dalam metabolisme jaringan. Berkurangnya zat besi dari makanan ibu akan mengakibatkan janin mengambil zat besi dari ibu yang berakibat anemia.
  2. Asam folat merupakan zat yang dibutuhkan untuk membuat kandungan atau rahim menjadi kuat dan janin bisa tumbuh dengan baik di dalam kandungan. Kurangnya asam folat bisa berakibat bayi lahir cacat ataupun keguguran. Pentingnya Asam folat untuk ibu hamil dan mau hamil menjadikannya sebagai kandungan utama suplemen dan susu hamil.
  3. Dha juga sebaiknya ada dalam kandungan suplemen atau susu yang dikonsumsi ibu. DHA dan kecerdasan memiliki hubungan yang erat karena DHA penting untuk memaksimalkan perkembangan otak janin.
  4. Vitamin dan mineral juga harus terkandung dalam suplemen ibu hamil dalam jumlah yang cukup untuk katalisator berbagai metabolisme tubuh.

Anda tak perlu khawatir menghafalkan banyak nama zat gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil tersebut karena sekarang ini suplemen ibu hamil dan ibu mau hamil sudah mencakup komposisi yang lengkap dengan kadar yang cukup. Anda bisa memilih apakah menggunakan suplemen ataukah susu sesuai dengan selera.